15 Agu 2012

Persahabatan yang kandas


Ketika hasrat  mulai membara untuk menulis, akhirnya aku berinisiatif buat nulis sedikit bagian kisah hidup aku yang cukup aneh, yaitu “Persahabatan yang Kandas”. Rada aneh juga yah atau memang bener-bener aneh, terserah deh mau bilang apa, tapi kenyataannya yang demikian anehnya.

Entah mulai kapan tepatnya kisah ini dimulai dan entah kapan juga berakhirnya. Yang masih ada dalam ingatan itu awal mula aku masuk kuliah, yah anak imut-imut (red, ireng crumut -_-“) dan masih ingusan nyari-nyari kakak angkatan buat minjem buku-buku kuliah (sok rajin sebenernye…). Anggaplah kisah itu sebagai permulaannya (jreng jeng jreng jenggg…).

Aku nemuin kakak angkatan yang waktu itu mungkin kepalanya kejedot tembok yang dengan senang hati minjemin buku-bukunya yang seabrek dan mengantarkannya kekosan aku, hehe… (kakak angkatan yang sangat baik hati, tepok jidat sodara-sodara :p)

Panggil aja Azer, kebalikan dari Reza. Rada alay lebay juga yah namanya, hehe…itu terjadi karna nama Reza yang cukup menjamur di FKM, dari Reza yang bangkotan, Reza yang botak ampe Reza yang unyu-unyu. Jadilah nama Azer buat panggilan dia.

Masih inget setahun yang lalu ada beberapa kisah antara aku dan dia (eaaa…).

31 Jul 2012

PBL, Kisah Nyata

Assalamualaikum... (blogger edisi Ramadhan, hehe...)
Gak terasa 10 hari yang penuh liku-liku sudah terlampaui, Public Health Summer Camp a.k.a PBL (Pengalaman Belajar Langsung).

Masuk semester 4 kayanya agak horor tiap denger kata "PBL", keringat dingin, jantung berdebar-debar, kepala pusing dan perut mual-mual kalo denger kata-kata itu (itu masuk angin atau lagi keracunan --") hehe.. intinya menggambarkan betapa menyeramkan tiap denger kata "PBL".

Dengan segala prasangka buruk dan bayangan yang enggak-enggak, kayak gak ada sinyal, jalan gak beraspal, tidur pake tiker, gak ada air, kena gatel-gatel, jauh dari kota dan semua tetek bengeknya. Dan kalian tau gimana kenyataannya yang terjadi dilapangan??

9 Jul 2012

Cobalah Mengerti, sebelum bobok

hei ho ho, hoaaaammm... ngantuk juga. Tapi mau ketik-ketik bentar ah, semoga nulisnya ampe kelar.
Hai semua.. masih sehat kan ya? sayangnya yang nulis lagi kurang sehat neh, bibir pecah-pecah, sariawan, tenggorokkan sakit dan itu semua adalah tanda-tanda lagi kangen (lho?!).
Pernah denger lagunya PeterPan yang Cobalah Mengerti?? yak yang itu deh pokoknya. Baru-baru ini tanpa sengaja nemu tu lagu dinyanyiin sama Momo-Geisha. Ihh waaww... ternyata dalem juga ya ne lagu (dari kemaren kemane aja??). Ditambah yang nyanyiin kayaknya merana banget, jadi cocok banget ne lagu buat ngegalau sambil showeran. Liriknya terlampir dibawah ini :

14 Jun 2012

Raker Limut

Yeah...dapet pengalaman gokil lagi, hidup yang penuh warna dan itu sangat membanggakan. Malam minggu yang paling dramatis yang aku rasain, membeku dipuncak limut. Berawal dari sebuah acara makrab dan raker forum komunikasi anti narkoba. Pukul 16.00 teng memulai perjalan dari tembalang, bersama rangers yang lain (hehe...ksatria wanita) ada Anin, Fira, dan Dela. Memulai perjalanan aja udah dramatis, yah baru 5 menit jalan kita udah diberi berkah keujanan, (sipz dingin dan sedikit basah, masing untung kita pake jas hujan)

Sampai di tempat perjanjian dengan keadaan yang masih linglung (yak maklum, otakny luntur kebawa air ujan :p). Berkumpul dengan anggota forkom dari Universitas yang lain dan kabar keberangkatan masih simpang siur, karena ketuany tak kunjung datang padahal matahari sudah hampir tenggelam. Makin pengin pulang dan menyerah untuk melakukan perjalanan ini (padahal cuma raker, tapi nyari tempatnya udah kaya burung mau bertelor). Lanjut cerita, akhirnya sang ketua datang disaat adzan maghrib dan dia maen angkut-angkut aja... --" (maklum ketuanya terlalu galau kayaknya, udah gelap mata #apa hubunganny juga ya :p)
Kita putuskan sholat maghrib dahulu, setelah sholat, saya luapkan isi hati saya pada sang ketua. Apakah luapan isi hati itu??Yah kepesimisan saya terhadap perjalanan ini, gimana gak pesimis, kita mau kepuncak dalam keadaan sudah gelap, orang gak waras macam apa yang melakukan hal ini

Akhir 700 Kilometer

Kayaknya aku ceritain kisah ini gak kelar-kelar ya, sesuai judulnya 700 Kilometer, ceritanya sepanjang jalan yang telah dilalui. Danau warna, yak jangan berharap penuh warna kaya pelangi, ada merah kuning hijau dilangit yang biru. Tapi danau yang beda dari danau-danau biasa yang lainnya, warnanya cantik, biru, hijau dan pemandangan yang tak membosankan mata...

Danau Warna
Satu lagi karya sang pencipta yang bisa aku nikmati kenyataannya, bukan hanya sekedar gambar, namun mata ini real melihat bentangan alam itu... (subhanallah...). Biasa, hobi kita mah foto-foto, mengabadikan moment, untuk dikenang, jadi bisa tuh dicerita ke anak cucu kalo kita pernah kesitu. Udaranya yang sejuk (atau kelewat sejuk bagi aku, maklum gak tahan dingin, pake kipas angin aja masuk angin 2 hari 2 malem --") mampu melupakan sejenak kepenatan akan tugas-tugas kuliah yang menggunung. Berjalan kesana kemari, menyusuri jalan yang ada, melihat goa yang kataku gak jelas banget bentuknya dan gak tau juga itu goa atau lubang semut #eh