Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi FKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi FKM. Tampilkan semua postingan

31 Jul 2012

PBL, Kisah Nyata

Assalamualaikum... (blogger edisi Ramadhan, hehe...)
Gak terasa 10 hari yang penuh liku-liku sudah terlampaui, Public Health Summer Camp a.k.a PBL (Pengalaman Belajar Langsung).

Masuk semester 4 kayanya agak horor tiap denger kata "PBL", keringat dingin, jantung berdebar-debar, kepala pusing dan perut mual-mual kalo denger kata-kata itu (itu masuk angin atau lagi keracunan --") hehe.. intinya menggambarkan betapa menyeramkan tiap denger kata "PBL".

Dengan segala prasangka buruk dan bayangan yang enggak-enggak, kayak gak ada sinyal, jalan gak beraspal, tidur pake tiker, gak ada air, kena gatel-gatel, jauh dari kota dan semua tetek bengeknya. Dan kalian tau gimana kenyataannya yang terjadi dilapangan??

30 Mei 2012

Buy condom at night (baca ; tugas)

Cerita ini terjadi karena ada sebuah tugas dari salah satu mata kuliah di semester empat, yaitu mata kuliah Pemasaran Sosial atau dikenal dengan Kewirausahaan (KWU). Tugas besar ini berjudul “Buy Condom at Night”. Denger aja udah bikin bulu kuduk ini merinding, kaget, gak nyangka dan berbagai kepanikan yang lainnya. Dan itu dilakukan sepasang, terserah mau pasangan kekasih, teman biasa atau teman tapi mesra juga enggak apa-apa, intinya berpasangan. Makin bikin pengin garuk-garuk tanah aja neh tugas. Mau gak mau, suka gak suka, hujan ataupun panas, harus tetep dikerjakan tugas ini.
Butuh semedi berhari-hari untuk menebalkan dan menguatkan mental untuk melakukan tugas tersebut. Ya maklum saja, bagi sebagian orang membeli barang-barang seperti itu (baca ; kondom) masih dianggap tabuh, kalaupun ada yang beli barang itu, masih dianggap hal yang negatif. Apalagi saya, perempuan baik-baik dan memakai jilbab. Sungguh tantangan yang sangat berat. Kalaupun boleh protes, ini jilbab mau ditaruh mana. Bolehkah saya membeli dengan menggunakan cadar?? Biar wajah ini tak dikenali oleh siapapun. Tapi, ya udah ini hanya sebuah tugas untuk melihat bagaimana respon dari penjual kondom tersebut jika ada sepasang anak manusia yang umurnya masih muda membeli benda itu di malam hari. Sedih, senang, cemberut, galau atau muka datar. Hmm… mari kita selesaikan cerita ini agar tau bagaimana ekspresi penjual tersebut.
Di malam jumat itu akhirnya saya putuskan untuk melakukannya, setelah berhari-hari menguatkan mental. Saya ditemani oleh teman sekelas saya yaitu Nurcahyo Maulana atau biasa dipanggil Ayak. Waktu menunjukkan 20.30, namun sepertinya masih kurang malam, akhirnya kita putuskan untuk makan malam dahulu, sekalian mendiskusikan apotek mana yang akan kita datangi.
Setelah makan dan dirasa sudah cukup malam kita mencari apotek yang sepi. Yah, memang benar-benar butuh mental yang sangat kuat untuk membeli benda itu. Akhirnya kita menemukan apotek kecil dan juga sepi di daerah banyumanik, pinggir jalan besar ke arah ADA. Untuk memasuki apotek itu butuh nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Oke, hap…hap…bismillah. Buka pintu