30 Mei 2012

Buy condom at night (baca ; tugas)

Cerita ini terjadi karena ada sebuah tugas dari salah satu mata kuliah di semester empat, yaitu mata kuliah Pemasaran Sosial atau dikenal dengan Kewirausahaan (KWU). Tugas besar ini berjudul “Buy Condom at Night”. Denger aja udah bikin bulu kuduk ini merinding, kaget, gak nyangka dan berbagai kepanikan yang lainnya. Dan itu dilakukan sepasang, terserah mau pasangan kekasih, teman biasa atau teman tapi mesra juga enggak apa-apa, intinya berpasangan. Makin bikin pengin garuk-garuk tanah aja neh tugas. Mau gak mau, suka gak suka, hujan ataupun panas, harus tetep dikerjakan tugas ini.
Butuh semedi berhari-hari untuk menebalkan dan menguatkan mental untuk melakukan tugas tersebut. Ya maklum saja, bagi sebagian orang membeli barang-barang seperti itu (baca ; kondom) masih dianggap tabuh, kalaupun ada yang beli barang itu, masih dianggap hal yang negatif. Apalagi saya, perempuan baik-baik dan memakai jilbab. Sungguh tantangan yang sangat berat. Kalaupun boleh protes, ini jilbab mau ditaruh mana. Bolehkah saya membeli dengan menggunakan cadar?? Biar wajah ini tak dikenali oleh siapapun. Tapi, ya udah ini hanya sebuah tugas untuk melihat bagaimana respon dari penjual kondom tersebut jika ada sepasang anak manusia yang umurnya masih muda membeli benda itu di malam hari. Sedih, senang, cemberut, galau atau muka datar. Hmm… mari kita selesaikan cerita ini agar tau bagaimana ekspresi penjual tersebut.
Di malam jumat itu akhirnya saya putuskan untuk melakukannya, setelah berhari-hari menguatkan mental. Saya ditemani oleh teman sekelas saya yaitu Nurcahyo Maulana atau biasa dipanggil Ayak. Waktu menunjukkan 20.30, namun sepertinya masih kurang malam, akhirnya kita putuskan untuk makan malam dahulu, sekalian mendiskusikan apotek mana yang akan kita datangi.
Setelah makan dan dirasa sudah cukup malam kita mencari apotek yang sepi. Yah, memang benar-benar butuh mental yang sangat kuat untuk membeli benda itu. Akhirnya kita menemukan apotek kecil dan juga sepi di daerah banyumanik, pinggir jalan besar ke arah ADA. Untuk memasuki apotek itu butuh nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Oke, hap…hap…bismillah. Buka pintu

23 Mei 2012

Journey 700 km to togetherness

Pagi yang sangat cerah untuk hari ini, bangun siang dengan badan pegel-pegel :D
bukan sekedar itu, 3 hari yang lalu dengan perjalanan yang "freak", kenapa aku bilang freak? dari rute yang gak jelas dan pastinya keadaan orangnya yg bener-bener freak :p banyak tersirat cerita yang terkadang susah untuk diungkapkan, biarkan hati dan perasaan yang menggambarkannya (hahaha, lebey). Jadi, cukup garis besar perjalanan ini. Perjalanan dari Semarang-Tegal-Wonosobo-Dieng-Magelang-Jogja-Semarang. Wooww, amazing... tentunya gak jalan kaki juga kali yah. Dengan sebagian driver yang baru kemarin bikin sim A, yah dzikir terus tiap meter perjalanan deh. Ajaib sekali saudara-saudara.

Start 20.40 dari Semarang. Tapi yah, kalo boleh cerita sedikit, yang telat jemput siapa yang marah-marah siapa -_- okelah orang sabar makin lebar jidatnya (lho?!). Kembali. Rencana awal berangkat jam segitu biar nyampe Tegal itu malem dan masih cukup waktu buat istirahat dulu sebelum perjalanan selanjutnya. Namun, apa yang terjadi? saksikan setelah pesan-pesan berikut ini (eh...) hehehe... gak ada iklan tentunya. Jalanan macet sodara-sodara, aaaaa... gak sesuai rencana. Hal yang paling parah,