Sampai di tempat perjanjian dengan keadaan yang masih linglung (yak maklum, otakny luntur kebawa air ujan :p). Berkumpul dengan anggota forkom dari Universitas yang lain dan kabar keberangkatan masih simpang siur, karena ketuany tak kunjung datang padahal matahari sudah hampir tenggelam. Makin pengin pulang dan menyerah untuk melakukan perjalanan ini (padahal cuma raker, tapi nyari tempatnya udah kaya burung mau bertelor). Lanjut cerita, akhirnya sang ketua datang disaat adzan maghrib dan dia maen angkut-angkut aja... --" (maklum ketuanya terlalu galau kayaknya, udah gelap mata #apa hubunganny juga ya :p)
Kita putuskan sholat maghrib dahulu, setelah sholat, saya luapkan isi hati saya pada sang ketua. Apakah luapan isi hati itu??Yah kepesimisan saya terhadap perjalanan ini, gimana gak pesimis, kita mau kepuncak dalam keadaan sudah gelap, orang gak waras macam apa yang melakukan hal ini

