Sampai di tempat perjanjian dengan keadaan yang masih linglung (yak maklum, otakny luntur kebawa air ujan :p). Berkumpul dengan anggota forkom dari Universitas yang lain dan kabar keberangkatan masih simpang siur, karena ketuany tak kunjung datang padahal matahari sudah hampir tenggelam. Makin pengin pulang dan menyerah untuk melakukan perjalanan ini (padahal cuma raker, tapi nyari tempatnya udah kaya burung mau bertelor). Lanjut cerita, akhirnya sang ketua datang disaat adzan maghrib dan dia maen angkut-angkut aja... --" (maklum ketuanya terlalu galau kayaknya, udah gelap mata #apa hubunganny juga ya :p)
Kita putuskan sholat maghrib dahulu, setelah sholat, saya luapkan isi hati saya pada sang ketua. Apakah luapan isi hati itu??Yah kepesimisan saya terhadap perjalanan ini, gimana gak pesimis, kita mau kepuncak dalam keadaan sudah gelap, orang gak waras macam apa yang melakukan hal ini
dan itu orang macam saya (zzz... --").
dan itu orang macam saya (zzz... --").
Oke singkat cerita, setelah di yakin kan sana sini dengan jaminan aman tentram sentosa, akhirnya saya mulai siap dan yakin untuk berangkat. 18.30 awal dari malam minggu yang dramatis, Bersama 8 armada motor dengan posisi berboncengan, kita mengarungi terjalnya jalan dan membelah kegelapan, kalo dibilang takut, beehh...sangat!! posisi saya paling belakang bro, kanan jurang kiri hutan, tengok kebelakang, gelap gulita, untung gak ada gurita yang ikut #lho (apa deh yah, gak nyambung, --" #abaikan!). 2 jam perjalanan diantara kegelapan, kegalauan, kehutanan dan untung gak kesetanan, kita sampai dipuncak limut... (ayee...boyok udah kebelah jadi sepuluh). Kelaperan adalah kejujuran hati yang aku rasakan saat itu. Tapi kita musti bangun tenda dulu (kita??mereka lebih tepatnya,haha...aku gak tau menahu soal membangun tenda, yang baru aku pelajari adalah membangun cinta #eh :p) Kayaknya muka-muka nelangsa, menyentuh nurani sang ketua, yang kemudian dia berkelana mencari makan dengan meninggalkan 2 batang lilin yang harus kita jaga (hahaha,kaya apaan... :p).
Dingin, laper, cape, dan ngantuk campur aduk jadi satu. Satu menit, dua menit, tiga menit, sampai pada itungan ke 60 menit akhirnya makanan dan seceret air datang. Kita makan dengan kesederhanaan dan keakraban (aseekk...) ditemani dua batang lilin yang menyala. Setelah makan, barulah kita memulai raker, bahas ini itu dan segala macem. Bener-bener membeku, asli dinginnya menusuk kedalam relung hati yang paling dalam, tapi tenang cinta yang didalam hati gak ikutan membeku kok, hehe...
Pukul 00.30 baru selesai kita membahas segala sesuatunya untuk masa depan, untungnya kita gak sampe pada membeku disitu, karena kehangatan kebersamaanlah yang menyelimuti (eaaaa...). Masuk tenda dan berniat tidur, dengan peralatan tempur (pake sarung tangan, kaos kaki dan jaket tebal) tidur empet2an dengan kawan seperjuangan dari tembalang, masih kurang cukup untuk menghangatkan... DINGIN, ayo dieja lagi anak-anak D-I-N-G-I-N malam terdingin setelah sebelumnya pernah tidur diatas pasir putih tanpa tenda dan langit yang bertaburan bintang. Mencoba untuk tertidur mengalahkan dinginnya malam dipuncak limut, mendengarkan kawan yang bernyanyi dengan alunan yang merdu... (asli itu yang nyanyi didepan suaranya gokil, melumerkan hati, apa lagi pas nyanyi laguny judika, Mantabs! :D standing applause deh ). Makin larut, setengah sadar dan setengah penuh merasakan dingin, berharap mentari cepat menampakan diri...
04.30 terbangun dan mencoba beranjak untuk sholat subuh. Dimana airnya sedingin es...mencoba bertahan untuk melaksanakan kewajiban (:p). Alhamdulillah lebih segar... :) Akhir dari segala penantian, mentari pun tersenyum dimenit kedatangannya. Kita mulai berkemas dan merobohkan tendanya (lhoh?!)
07.00 berdoa untuk kepulangan kita ketempat asal, dan dari situ kita kembali kejalanny masing-masing. Pengalaman raker yang penuh kegalauan dan lika liku... (lebih tepatnya susah dibikin sendiri, nyampe jaoh2 kepuncak cuy, tapi gak papalah, menambah pengalaman dan keakraban).
Semua kembali kejalan waras masing-masing (semoga... :p)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggal jejak anda disini, budayakan meng-EKSIS-kan diri :D