Open the door and balon-balon jatuh bergelimpangan... like this heart flying and fall down from height (Nah lho?!!Gak nyambung (¬_¬") ). Itu balon yang mulai mengempis adalah salah satu kisah dibulan Oktober :)
Hai October, peyuk cium for October. Nice and I love it, meski dalam hati masih nangis darah. Kisah mengharu biru layaknya kisah sinetron yang diperankah oleh Nikita willy ataupun Asmirandah, yang membuat para ibu-ibu ikut menangis terisak dan ngomel-ngomel sendiri saat menyasikkan bakat akting super heboh mereka (apadeh (ˇ_ˇ'!l)). Langsung pada intinya daripada saya ceritakan kisah yang tiada ujung pangkalnya ampe anak cucu saya gak kelar-kelar.
16 Oktober 2012 mau tak mau akhirnya datang menyapa, meski aku masih tertunduk malu. heii, harusnya bahagia donk. Yah, I'm so happy, smile, but in another case I'm still feel so lonely. I don't have a reason or more reason for this. Aaah... Singkirkan ini dulu, ceritakan kisah yang bahagia sepanjang minggu di October ceria :)
Makin dewasa, makin mandiri, makin berkurang umurnya dan masih galau (hehe...). Yah, usia keemasan pun tiba, 21 tahun, diambang ketuaan, antara remaja dan dewasa, masa transisi (mungkin), makanya galaunya makin akut (alibi :p). Diawali dengan menangis terisak dan meniup obor second anniversary kesendirian tanggal 15 oktober 2012 pukul 19.00 yang kemudian tertidur. Alesannya seh, gak mau nglewatin malem itu secara sadar, tapi tengah malem malah kebangun. Bukan juga nungguin siapa yang pertama ngasih ucapan, ada yang inget aja aku sujud syukur. Dalam keadaan sadar gitu, akhirnya pikiran pun melayang jauh ke masa lalu, yang pada dasarnya karena trauma dan sok dramatis (Aaahh, kenapa musti dibahas lagi, BOSEN dan CUKUP sekian !!).